Tuhan, sampai saat ini, masih kulihat dan kudengar penderitaan saudara-saudaraku di Timur Tengah.
Di Palestina, Lebanon, Irak, Iran, Afghanistan, dan hampir di seluruh Jazirah Arab, tanah para nabi yang mulia.
Tuhan, sampai saat ini apakah mereka masih dihujani implosion bomb, phosphor bomb, cluster bomb*, dan semua jenis senjata mutakhir dan mematikan lainnya?
Tuhan, dimana Engkau?? Tolong jelaskan takdir ini !!!
Tuhan, dimana Engkau?? Tolong jelaskan takdir ini !!!
Jeritan mereka telah menembus batas ruang dan waktu.
Jeritan mereka adalah jeritan umat Muslim di seluruh punggung bumi.
Jeritan mereka adalah pedang yang menebas sisi kemanusiaan kami.
Tuhan, kapankah Kau hantarkan kedamaian yang Kau janjikan itu?
Apakah kedamaian dan keamanan hanyalah sebuah angan-angan setelah mereka menyaksikan bagaimana anak-anak, istri-istri, suami-suami, dan seluruh keluarga mereka dibantai didepan mata mereka?
Apakah impian mereka untuk dapat sholat berjamaah lagi di Masjidil Aqso hanyalah khayalan yang akan mereka simpan hingga sangkalala bertalu-talu?
Mereka terusir dari rumah mereka sendiri.
Mereka terusir dari tanah air mereka sendiri.
Atlas dunia tak lagi memuat peta Palestina.
Tak ada yang peduli nasib mereka. Tak ada yang ingin tahu.
Semuanya menutup mata, semuanya menutup telinga, semuanya menutup hati dan perasaan.
Ini bukan masalah politik, tapi ini masalah kemanusiaan.
Tuhan, tak kah Kau iba melihat mereka?
Tak iba kah Engkau melihat hamba-hambaMu bersimbah darah mempertahankan tanah air mereka?
Mereka salah apa?
Dimana keadilanMu yang Kau agung-agung kan itu????
Dimana keadilanMu yang Kau agung-agung kan itu????
Anak-anak kecil yang seharusnya berada di sekolah belajar dan menikmati masa indah kanak-kanaknya, kini malah belajar bagaimana memegang senjata dan mempertahankan keluarga dan negaranya.
Mereka selalu diliputi kesedihan dan ketakutan.
Ratusan ribu nyawa tak berdosa melayang di tangan para penjahat perang biadab itu.
Mereka syahid dan gugur saat bertempur di jalanMu.
Ribuan saudara, sanak kerabat, dan teman-teman mengantar kepergiannya menghadapMu.
Tuhan, jadikanlah darah mereka yang tertumpah di medan perang sebagai darah para syuhada yang akan menyejukkan mereka di akhirat nanti.
Tuhan, jika tangisku dapat membantu mereka, aku rela menangis setiap malam untuk meringankan beban mereka. Hanya itu yang dapat aku lakukan untuk saudara-saudara yang aku cintai di belahan bumi lain yang aku tak tau dimana. Yang aku tau hanya mereka adalah saudaraku, mereka adalah manusia, dan mereka PATUT DIMANUSIAKAN.
Tuhan, hanya satu doaku di penghujung hari ini, doa seorang saudara jauh untuk saudara-saudaranya yang jauh disana. Hantarkanlah kesejukan dan kedamaian surgawi bagi saudara-saudaraku disana….
![]() |
| anak anak palestina yang ketakukan |
![]() | |||
| tentara israel menodongkan senjata kepada keluarga palestina |
![]() |
| pejuang palestina yang menghadapi tank raksasa israel |
* IMPLOSION BOMB (vacuum bomb) = Bom jenis ini sanggup “menghisap” satu blok bangunan 10 lantai ke dalam tanah hanya dalam beberapa detik, membuatnya menjadi tumbukan besar beton dan puing, mengubur seluruh penghuni di dalamnya hidup-hidup. Semuanya terjadi dalam sesaat. Sungguh merupakan mimpi buruk yang sangat mengerikan.
PHOSPHOR BOMB = Zat fosfornya menempel di kulit, paru-paru, dan usus para korban selama bertahun-tahun, terus membakar dan menghanguskan serta menyebabkan nyeri berkepanjangan. Bila mendengar tentang fosfor, banyak orang bakal teringat pelajaran kimia di sekolah : logam ini tidak bereaksi apa-apa di dalam air, tapi bila dikeluarkan dari air, logam itu secara spontan akan terbakar. Korban-korban bom ini mengisap fosfor ke dalam paru-paru mereka dan ditakdirkan mati. Mereka akan mengeluarkan gas fosfor hingga nafas terakhir. Reaksi terbakar yang terjadi di kulit sering menembus hingga otot-otot dan tulang.
CLUSTER BOMB (fragmentation bomb/bom anti personal) = Jenis ini meledak dan tersebar cukup luas dalam bentuk kepingan-kepingan keci. Kepingan-kepingan ini akan diam sampai secara tak sengaja dicungkil oleh anak-anak yang ingin tahu. Kepingan itu akan meledak menjadi pecahan-pecahan kecil yang tak terhitung jumlahnya. Orang-orang yang terluka akibat pecahan-pecahan tersebut sering mengalami luka di wajah, mata, tulang, dan organ-organ tubuh. Bom ini yang dilengkapi mekanisme penunda ledakan dijatuhkan di wilayah-wilayah padat penduduk, dan jelas sekali sasarannya adalah penduduk sipil, terutama anak-anak.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar