Minggu, 17 April 2011

Doa teruntuk saudaraku disana

Tuhan, sampai saat ini, masih kulihat dan kudengar penderitaan saudara-saudaraku di Timur Tengah.
Di Palestina, Lebanon, Irak, Iran, Afghanistan, dan hampir di seluruh Jazirah Arab, tanah para nabi yang mulia.
Tuhan, sampai saat ini apakah mereka masih dihujani implosion bomb, phosphor bomb, cluster bomb*, dan semua jenis senjata mutakhir dan mematikan lainnya?
Tuhan, dimana Engkau?? Tolong jelaskan takdir ini !!!
Jeritan mereka telah menembus batas ruang dan waktu.
Jeritan mereka adalah jeritan umat Muslim di seluruh punggung bumi.
Jeritan mereka adalah pedang yang menebas sisi kemanusiaan kami.
Tuhan, kapankah Kau hantarkan kedamaian yang Kau janjikan itu?
Apakah kedamaian dan keamanan  hanyalah sebuah angan-angan setelah mereka menyaksikan bagaimana anak-anak, istri-istri, suami-suami, dan seluruh keluarga mereka dibantai didepan mata mereka?
Apakah impian mereka untuk dapat sholat berjamaah lagi di Masjidil Aqso hanyalah khayalan yang akan mereka simpan hingga sangkalala bertalu-talu?
Mereka terusir dari rumah mereka sendiri.
Mereka terusir dari tanah air mereka sendiri.
Atlas dunia tak lagi memuat peta Palestina.
Tak ada yang peduli nasib mereka. Tak ada yang ingin tahu.
Semuanya menutup mata, semuanya menutup telinga, semuanya menutup hati dan perasaan.
Ini bukan masalah politik, tapi ini masalah kemanusiaan.
Tuhan, tak kah Kau iba melihat mereka?
Tak iba kah Engkau melihat hamba-hambaMu bersimbah darah mempertahankan tanah air mereka?
Mereka salah apa?
Dimana keadilanMu yang Kau agung-agung kan itu????
Anak-anak kecil yang seharusnya berada di sekolah belajar dan menikmati masa indah kanak-kanaknya, kini malah belajar bagaimana memegang senjata dan mempertahankan keluarga dan negaranya.
Mereka selalu diliputi kesedihan dan ketakutan.
Ratusan ribu nyawa tak berdosa melayang di tangan para penjahat perang biadab itu.
Mereka syahid dan gugur saat bertempur di jalanMu.
Ribuan saudara, sanak kerabat, dan teman-teman mengantar kepergiannya menghadapMu.
Tuhan, jadikanlah darah mereka yang tertumpah di medan perang sebagai darah para syuhada yang akan menyejukkan mereka di akhirat nanti.
Tuhan, jika tangisku dapat membantu mereka, aku rela menangis setiap malam untuk meringankan beban mereka. Hanya itu yang dapat aku lakukan untuk saudara-saudara yang aku cintai di belahan bumi lain yang aku tak tau dimana. Yang aku tau hanya mereka adalah saudaraku, mereka adalah manusia, dan mereka PATUT DIMANUSIAKAN.
Tuhan, hanya satu doaku di penghujung hari ini, doa seorang saudara jauh untuk saudara-saudaranya yang jauh disana. Hantarkanlah kesejukan dan kedamaian surgawi bagi saudara-saudaraku disana….



anak anak palestina yang ketakukan

tentara israel menodongkan senjata kepada keluarga palestina


pejuang palestina yang menghadapi tank raksasa israel


*  IMPLOSION BOMB (vacuum bomb) = Bom jenis ini sanggup “menghisap” satu blok bangunan 10 lantai ke dalam tanah hanya dalam beberapa detik, membuatnya menjadi tumbukan besar beton dan puing, mengubur seluruh penghuni di dalamnya hidup-hidup. Semuanya terjadi dalam sesaat. Sungguh merupakan mimpi buruk yang sangat mengerikan.
   PHOSPHOR BOMB = Zat fosfornya menempel di kulit, paru-paru, dan usus para korban selama bertahun-tahun, terus membakar dan menghanguskan serta menyebabkan nyeri berkepanjangan. Bila mendengar tentang fosfor, banyak orang bakal teringat pelajaran  kimia di sekolah : logam ini tidak bereaksi apa-apa di dalam air, tapi bila dikeluarkan dari air, logam itu secara spontan akan terbakar. Korban-korban bom ini mengisap fosfor ke dalam paru-paru mereka dan ditakdirkan mati. Mereka akan mengeluarkan gas fosfor hingga nafas terakhir. Reaksi terbakar yang terjadi di kulit sering menembus hingga otot-otot dan tulang.
  CLUSTER BOMB (fragmentation bomb/bom anti personal) =  Jenis ini meledak dan tersebar cukup luas dalam bentuk kepingan-kepingan keci. Kepingan-kepingan ini akan diam sampai secara tak sengaja dicungkil oleh anak-anak yang ingin tahu. Kepingan itu akan meledak menjadi pecahan-pecahan kecil yang tak terhitung jumlahnya. Orang-orang yang terluka akibat pecahan-pecahan tersebut sering mengalami luka di wajah, mata, tulang, dan organ-organ tubuh. Bom ini yang dilengkapi mekanisme penunda ledakan dijatuhkan di wilayah-wilayah padat penduduk, dan jelas sekali sasarannya adalah penduduk sipil, terutama anak-anak.

Minggu, 10 April 2011

My Mom, My Sweetest Friend


Mama. Begitulah beliau selalu kami panggil. Mama adalah sosok wanita sederhana yang selalu bisa mengatur semua kegiatan rumah tangga hanya dengan dua tangannya. Mama tidak memiliki pendidikan setinggi mama teman-temanku, yang berprofesi sebagai dosen, guru, dokter, pegawai ini, pegawai itu, dll. Mama hanya ibu rumah tangga biasa, yang setiap hari hanya di rumah mengatur roda kehidupan di rumah kami. Tapi aku selalu bangga punya mama ibu rumah tangga. Beliau selalu ada untuk kami 24 jam, tidak seperti kebanyakan teman-temanku yang kadang tidak bertemu mamanya dalam sehari karena padatnya kegiatan. Kadang, kalau mama sedang tidak ada kegiatan lagi, mama menghampiriku ke kamar dan bertanya banyak hal, seperti apa yang sedang aku lakukan, apa saja kegiatanku, bagaimana sekolah hari ini, bagaimana nilai-nilaiku, bagaimana dengan teman-teman, terkadang juga menanyakan keadaan pacarku. Hal-hal kecil seperti itu sangat aku syukuri, karena banyak teman-temanku yang tidak memiliki kedekatan seperti ini dengan mamanya, bukan karena mama mereka tidak sayang, tapi karena tidak punya waktu untuk melakukan itu semua. Tapi mamaku punya.
Satu hal lagi yang membuatku dekat dengan mama. Kami selalu saling terbuka. Mama memperbolehkanku berhubungan dengan lawan jenis, asal tau batas dan aturan dan tidak mengganggu pelajaran. Selama ini mama selalu memberiku ultimatum yang melecut semangat belajarku, mama selalu mengatakan kalau sampai nilai-nilaiku di sekolah jelek atau turun, maka aku tidak diperbolehkan lagi berpacaran, walaupun aku tau, ultimatum ini hanya “gertak sambal” saja, tapi aku selalu menghormati keputusan mama dan berusaha agar nilaiku selalu baik di kelas, dan hasilnya cukup memuaskan. Mama selalu memberikan apa yang aku mau, maka sebagai gantinya, aku juga harus menuruti semua kemauan mama.
Banyak dari teman-temanku yang tidak memiliki kebebasan ini, mereka malah harus backstreet dari mamanya, karena sang mama sama sekali tidak memperbolehkan mereka pacaran. Aku sangat prihatin dengan keadaan teman-temanku ini, tapi apa mau dikata, lain ibu lain pula peraturannya. Mama mengerti keadaanku sebagai seorang remaja, bahwa remaja sekarang tidak akan mungkin bisa dikungkung seperti itu. Percuma saja jika dilarang pacaran, toh kalau seandainya si anak pacaran di belakangnya, malah akan mengakibatkan sang anak tidak jujur kepada orang tua dan bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sikap terbuka akan membuat sang anak merasa dihargai dan disayangi. Walaupun terkadang, orang tua harus memberikan batasan yang jelas terhadap hubungan anaknya tersebut.
Mama selalu memperhatikan apa saja yang kami lakukan, mama sering bertanya “Gimana sekolah hari ini Kak?”, “Gimana nilai ulangan kemaren?”, atau jika saat itu mama kebetulan melihatku sedang berkutat dengan buku pelajaran, mama akan berkata, “Dari pagi udah belajar nonstop, sekarang masih belajar sampe larut malam, emangnya gak kepaksa otaknya belajar kak? Istirahat dulu kek”, dan aku hanya tersenyum sedikit kepada mama.
Walaupun hubunganku dengan mama cukup dekat, tapi bukan berarti hubungan kami selalu akur, sering kali kami bertengkar, dan biasanya hanya karena masalah sepele. Mama adalah seorang yang perfeksionis, mama tidak pernah membiarkan setitik debu ada di rumah, sedangkan aku yang manja, selalu tidak bisa mengerjakan apa yang mama lakukan, padahal sebagai anak gadis, aku sudah bisa melakukan apa yang mama kerjakan di rumah, seperti mencuci piring, menyapu rumah, membersihkan kamar, dan nyetrika baju, tapi aku tidak pernah melakukannya sendiri dan menunggu mama yang melakukannya. Hal ini yang kadang membuat mama marah-marah sepanjang hari. FYI ! Sampai sekarang, masih mama yang membereskan kamarku. Hehe. LOVE YOU MOM ;).
Begitu lah mama, mama yang selalu aku cintai, yang selalu aku hormati, yang selalu aku banggakan, dan yang selalu aku doakan.

Mama, belumlah pantas aku sombong di hadapanmu, sedangkan perjuanganmu melahirkanku melahirkanku ke dunia begitu berat dan menyakitkan
Mama, setiap pagi mama yang mengurus keperluanku sekolah dan berjuang agar aku tidak terlambat, tapi sering kali aku membuat mama sedih
Mama, hanya mama yang mau mengambil raporku ke sekolah. Tapi aku masih suka marah saat mama terlambat datang.
Mama, saat aku sakit, hanya mama yang peduli bahkan saat papa menganggap remeh penyakitku
Mama, setiap hari hanya mama yang membersihkan kamar dan tempat tidurku, tapi ketika mama meminta bantuanku, aku lebih sering tak menghiraukannya
Mama, ketika papa memarahiku saat nilai-nilaiku turun, mama selalu membelaku, walaupun aku tahu, mama sebenarnya juga ingin marah.
Selagi mama masih ada, aku tidak pandai bersyukur bahwa aku memiliki ibu terbaik di dunia, yang tidak ada gantinya
Maafkan aku mama, memang tak pantas aku pongah, bahkan meskipun amal ibadahku telah menggunung
Ya Allah Ya Sami’, dengarkanlah doa hamba, doa seorang anak yang mencintai Ibu Bapak nya
Berikanlah kedua orang tuaku limpahan rezeki dan kasih sayangMu, sayangilah mereka sebagaimana mereka merawatku semenjak kecil


Jumat, 08 April 2011

God of everything

Pernahkah kita lupa bahwa Tuhan selalu "awas" mengamati kita para umatNya ? Pernahkah kita tak ingat bahwa Tuhan selalu siaga memantau gerak gerik kita ? Jawabannya: SERING. Sebagai manusia, kita terlahir suci dari rahim seorang wanita yang kini kita panggil mama, mami, bunda, ibu, ummi, dll. Dalam fitrahnya sebagai manusia, sejak dari kandungan kita telah mengenal adanya Tuhan. Tak ada yang memungkiri itu. Bahkan seorang Atheis pun dalam hati terdalamnya tetap mengakui adanya Tuhan. Ada suatu kisah yang sampai saat ini masih saya ingat dengan jelas. Suatu ketika, saat Uni Soviet dipimpin oleh Mikhail Gorbachev, sang istri yang bernama Raisa Gorbachev menyaksikan sebuah pesawat tempur Amerika jatuh di depan matanya, seketika Raisa mengatakan "Ohh my God".Ohh Tuhanku. Padahal Raisa Gorbachev adalah seorang komunis. Hal ini semakin menguatkan keyakinan saya, bahwa Tuhan tak pernah benar-benar hilang dari kehidupan manusia. Bahkan seseorang yang telah memproklamirkan dirinya sebagai seorang komunis yang tak mengenal adanya Tuhan, namun fitrahnya sebagai manusia tetap mengatakan bahwa Tuhan memang ada.
Bisa dikatakan, bahwa keinginan seseorang untuk menjadi atheis, merupakan refleksi dari apa yang dia rasakan dan dia perbuat. Saat seseorang menjadi atheis, itu adalah saat dia mulai merasa, bahwa Tuhan tak begitu penting, bahwa Tuhan hanya cerita anak-anak yang disampaikan orang tua untuk menghibur anak-anaknya, bahwa Tuhan hanya rekaan manusia-manusia lemah yang tak percaya diri atas kemampuannya.
Namun, lebih dari itu, Tuhan adalah kebenaran yang nyata. Tuhan lah yang mengatur agar makanan dan udara tetap berada di jalur yang benar. Coba bayangkan jika tenggorokan dan kerongkongan berada dalam satu jalur, bisa-bisa kita mati tersedak makanan. Tuhan yang menjaga agar Matahari keluar di pagi hari dan Bulan keluar di malam hari. Coba bayangkan jika hanya Matahari saja yang keluar sepanjang hari, kita akan bosan memandangnya. Tuhan yang menjaga keseimbangan gravitasi di bumi kita ini. Coba bayangkan jika tidak ada gravitasi, bisa-bisa kita akan melayang ke angkasa luar, sedikit bersendawa saja, seluruh makanan di lambung kita akan keluar. Tuhan membuat usus kita yang panjangnya 9 meter bisa muat di perut kita yang panjangnya tak lebih dari 30 cm. Subhanallah !!!!!

Jumat, 01 April 2011

Tuhan, Ilmu Pengetahuan, dan Atheisme

Kita diciptakan oleh Pencipta Yang Cerdas. Kita ada untuk sebuah tujuan. Kita ada untuk membuktikan keberadaan Sang Pencipta.
Ilmu pengetahuan adalah sarana kita unuk mengenal Allah. Islam sangat menganjurkan ilmu pengetahuan. Kemajuan Islam dalam ilmu pengetahuan adalah bukti dari anjuran ini.
Manusia akan memahami dengan jelas mengenai penciptaan Allah akan dunia dan isinya. Dan ilmu pengetahuan adalah kendaraan kita untuk memahaminya. Perdebatan panjang tentang agama dan ilmu pengetahuan adaah hal bodoh yang dilakukan orang-orang bodoh, karena ilmu pengetahuan sesungguhnya mendekatkan kita pada jati diri dan pengetahuan kita tentang Tuhan.
Para ilmuwan penting yang masyur akan hasil penelitian dan penemuan-penemuannya adalah orang-orang yang taat akan agama.
Abu Bakar Ar-Razi, ahli dalam bidang pengobatan dan tinggal di Bagdad. Karyanya adalah ensiklopedia obat-obatan (Al-Hawi). Kemudian Abu Nasr Al-Farabi, keturunan Turki. Dia ahli dalam bidang kedokteran abad modern. Ada juga Abu Hamid Al-Ghazali, pemikir intelektual Arab, ahli dalam bidang tasawuf, hukum, teologi. Karyanya yang terkenal Ihya Ulumuddin. Orang mengatakan buku ini bahwa “Seandainya seluruh buku islam dimusnahkan dan hanya Ihya Ulumuddin yang terselamatkan, maka itu hanya kerugian kecil”. Dia dijuluki ‘’Muslim Terbesar setelah Nabi Muhammad’’ oleh Prof.  Anne Marie Schimmel. Banyak dari karya-karya para muslim jenius yang menjadi rujukan orang-orang Barat, bahkan banyak yang kemudian dipatenkan sebagai penemuan bangsa Barat.
Masyarakat muslim mencerminkan kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya ilmu pengetahuan. Ketekunan para cendekiawan muslim masih tetap mengagumkan. Mereka dengan teknologi yang sederhana mampu menulis kerya-karya besar. Sebut saja, At-Thabari mampu menulis 40 halaman setiap hari dalam 40 tahun, dengan karyanya Tafsir Al-Qur’an sebanyak 30 jilid selama 10 tahun. Al-Farabi Malik, Ibnu Annas, Imam Hambal, Al-Biruni, Firdaus dan Ibnu Khaldun hidup kira-kira sampai 80 tahun.
Pengetahuan dan ilmu yang mereka pelajari semakin membuat mereka dekat dengan Tuhannya. Dan membuat mereka sampai pada kesadaran tertinggi bahwa Tuhan adalah suatu kebenaran postulat, kebenaran tertinggi dan tak terbantahkan. Bahwa menemukan jagad raya ditata sedemikian rupa hingga mereka mendapati keteraturan yang mengagumkan, dan jagad raya diatur oleh Dzat yang Maha Kuasa, bukan hasil dari suatu kejadian acak. Semakin mereka belajar tentang proses penciptaan Bumi dan Jagad Raya, dan tentang penciptaan manusia, semakin mereka yakin bahwa Darwinisme adalah hal yang mustahil. 
Dan pendapat para Atheis tentang ketidakadaan Tuhan adalah hal yang picik. Seorang ilmuwan terkemuka menyampaikan bahwa ‘’ Jika aku diajak berdebat oleh seorang Atheis, aku akan pergi ke fakultas filsafat, karena fisika tidak akan ada gunanya’’. Hal ini bisa berarti bahwa seorang Atheis tak akan mampu menguasai ilmu pengetahuan, karena mereka tidak pernah mempercayai Tuhan.
Dalam majalah Ar-Risalah, ada sebuah artikel menarik tentang komunisme yang ditulis oleh Zayyat. Saat itu Rusia mengirimkan sebuah pesawat ruang angkasa untuk melakukan misi ke ruang angkasa, kemudian setelah kembali salah seorang dari kosmonotnya—sebagaimana dikutip oleh Pravda—berkata, ‘’Kita telah naik ke langit dan kita tidak menemukan disana ada Tuhan, surga, neraka, atau malaikat’’.
Atas pernyatan yang menggelitik itu, Zayyat meresponnya dan menulis, ‘’Sungguh mengherankan kamu. Hai, bangsa merah dungu! Apakah kamu kira akan bisa melihat Allah diatas singgasana-Nya di alam terbuka? Apakah kamu pikir kamu bisa melihat gadis-gadis surga berjalan berpakaian sutra? Atau kamu akan dengar suara mengalirnya sungai Al-Kautsar(sebuah sungai disurga)? Atau kamu dapat mencium bau hangus orang yang sedang disiksa di neraka? Jika benar-benar kamu berpikir demikian, maka kekalahan dan kegagalanmu sudah terbuka untuk siapapun yang melihatnya.
Hal yang terpikirkan olehku adalah bahwa yang bisa menjelaskan kesesatan, kekacauan, dan kedunguanmu adalah karena komunisme dan atheisme ada dikepalamu. Komunisme ibarat hari ini tanpa hari esok, bumi tanpa langit, bekerja tanpa henti, dan bekerja keras tanpa memperoleh hasil….’’
Jiwa itu pada dasarnya sehat dan bisa menerima agama Islam. Sedangkan, bagi mereka yang otaknya kacau, atau mereka yang berpikiran pendek dan hina, adalah sebuah kemungkinan bagi mereka untuk menjadi atheis.
Atheisme adalah pukulan yang mematikan pikiran seseorang. Ia adalah kesalahan yang tak ada bandingannya dalam sejarah kesalahan yang pernah ada.
Tidak ada yang mengingkari eksistensi Allah, kecuali Fir’aun, dan bahkan secara batin ia mengakui (keberadaan)-Nya. Oleh karena itu, Nabi Musa a.s berkata dalam Al-Qur’an :
‘’Musa menjawab, ‘’Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang binasa,’’ (Al-Isra’:102)
Fir’aun memahami kata-kata berikut ini ketika ajal menjemputnya(ketika hal itu sudah terlambat),mengatakan apa yang sebenarnya ada didalam hatinya.
‘’Ia berkata, ‘Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya temasuk orang-orang yang berserah diri(kepada Allah). (Yunus : 90).
Sungguh merugilah manusia yang di dalam dirinya tidak ada sedikit pun pengetahuan, karena kerugian itu akan menyebabkan mereka jauh dari Tuhannya. ALLAHUAKBAR !!!