Jumat, 08 April 2011

God of everything

Pernahkah kita lupa bahwa Tuhan selalu "awas" mengamati kita para umatNya ? Pernahkah kita tak ingat bahwa Tuhan selalu siaga memantau gerak gerik kita ? Jawabannya: SERING. Sebagai manusia, kita terlahir suci dari rahim seorang wanita yang kini kita panggil mama, mami, bunda, ibu, ummi, dll. Dalam fitrahnya sebagai manusia, sejak dari kandungan kita telah mengenal adanya Tuhan. Tak ada yang memungkiri itu. Bahkan seorang Atheis pun dalam hati terdalamnya tetap mengakui adanya Tuhan. Ada suatu kisah yang sampai saat ini masih saya ingat dengan jelas. Suatu ketika, saat Uni Soviet dipimpin oleh Mikhail Gorbachev, sang istri yang bernama Raisa Gorbachev menyaksikan sebuah pesawat tempur Amerika jatuh di depan matanya, seketika Raisa mengatakan "Ohh my God".Ohh Tuhanku. Padahal Raisa Gorbachev adalah seorang komunis. Hal ini semakin menguatkan keyakinan saya, bahwa Tuhan tak pernah benar-benar hilang dari kehidupan manusia. Bahkan seseorang yang telah memproklamirkan dirinya sebagai seorang komunis yang tak mengenal adanya Tuhan, namun fitrahnya sebagai manusia tetap mengatakan bahwa Tuhan memang ada.
Bisa dikatakan, bahwa keinginan seseorang untuk menjadi atheis, merupakan refleksi dari apa yang dia rasakan dan dia perbuat. Saat seseorang menjadi atheis, itu adalah saat dia mulai merasa, bahwa Tuhan tak begitu penting, bahwa Tuhan hanya cerita anak-anak yang disampaikan orang tua untuk menghibur anak-anaknya, bahwa Tuhan hanya rekaan manusia-manusia lemah yang tak percaya diri atas kemampuannya.
Namun, lebih dari itu, Tuhan adalah kebenaran yang nyata. Tuhan lah yang mengatur agar makanan dan udara tetap berada di jalur yang benar. Coba bayangkan jika tenggorokan dan kerongkongan berada dalam satu jalur, bisa-bisa kita mati tersedak makanan. Tuhan yang menjaga agar Matahari keluar di pagi hari dan Bulan keluar di malam hari. Coba bayangkan jika hanya Matahari saja yang keluar sepanjang hari, kita akan bosan memandangnya. Tuhan yang menjaga keseimbangan gravitasi di bumi kita ini. Coba bayangkan jika tidak ada gravitasi, bisa-bisa kita akan melayang ke angkasa luar, sedikit bersendawa saja, seluruh makanan di lambung kita akan keluar. Tuhan membuat usus kita yang panjangnya 9 meter bisa muat di perut kita yang panjangnya tak lebih dari 30 cm. Subhanallah !!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar