Pendidikan dan teknologi bagai dua sisi mata uang yang tidak akan pernah dapat dipisahkan. Teknologi dan informasi memegang peran sangat penting dalam proses pengembangan pendidikan saat ini. Tanpa teknologi, maka pendidikan zaman sekarang akan tidak lebih baik dari pendidikan 20 tahun silam. Mungkin saat ini kita masih menggunakan lampu pijar yang ditemukan Thomas Alfa Edison pada tahun 1879, bukannya lampu neon yang lebih terang dan lebih hemat. Mungkin juga saat ini kita masih menggunakan mesin ketik kuno, bukannya komputer-komputer canggih yang pintar dan ringan.
Kebanyakan dari kita tidak menyadari perubahan-perubahan besar yang terjadi, karena roda globalisasi berputar sangat cepat, bahkan sebelum kita menyadarinya, terlebih setelah Revolusi Industri yang melanda Inggris dan diikuti berbagai negara di Eropa. Pada tahun 1903, Orville dan Wilbur Wright menerbangkan pesawat bersayap ganda mereka, suatu impian yang diimpikan manusia sejak dulu. Namun, kini lebih dari 10 dekade setelah mereka menerbangkan pesawat pertama mereka, telah banyak ilmuwan-ilmuwan yang mengembangkan dasar teori Wright Bersaudara untuk kemudian lahirlah pesawat-pesawat canggih, seperti : Concorde yang terbang dengan kecepatan 2.300 km/jam, Airbus A380 merupakan pesawat terbesar berlantai 2, dan pesawat jumbo jet Boeing 747. Itu semua tidak lepas dari peran teknologi yang terus berkembang dan bergerak maju
Pemanfaatan sistem informasi tak hanya merambah dunia kantoran dan eksekutif, tapi juga sangat bermanfaat bagi para praktisi pendidikan, akademisi, dan para pelajar. Saat ini tengah berkembang tren baru di dunia pendidikan. Banyak sekolah-sekolah dan kampus-kampus yang memanfaatkan fasilitas jaringan internet nirkabel (tanpa kabel) yang biasa disebut hotspot sebagai media para siswa mendapatkan akses gratis internet di lingkungan sekolah atau kampus. Hal ini akibat dari perkembangan informasi yang menyebabkan setiap orang haus akan informasi terbaru dimana saja berada.
Di Sumatera Barat, hotspot tak lagi dimanfaatkan café-café mewah untuk menarik konsumen, namun kini juga telah menjamur di institusi-institusi pendidikan, seperti di kampus-kampus dan sekolah-sekolah. Tampaknya, para praktisi pendidikan ini juga telah memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya teknologi dan informasi untuk menunjang prestasi belajar para siswa. Fasilitas hotspot tak hanya mewarnai ranah pendidikan di kota besar seperti Padang, namun juga telah menyemarakkan sekolah-sekolah di kabupaten-kabupaten di Sumatera Barat. Tinggal di kabupaten kecil tak lagi menjadi halangan bagi para siswa untuk mendapatkan fasilitas informasi seperti yang dimiliki siswa-siswa di kota.
Kemajuan teknologi dan informasi juga merupakan basis pembentukan sekolah-sekolah bertaraf internasional di Sumatera Barat. Hampir seluruh Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menawarkan fasilitas hotspot dan teknologi canggih dalam kelas yang mampu menunjang proses belajar mengajar. Pemakaian Over Head Projector (OHP) dan laptop di dalam kelas internasional mampu menawarkan hal baru di tengah kejenuhan siswa mengikuti metode belajar konvensional yang membosankan, dengan penggunaan perangkat elektronik canggih ini, siswa dapat menonton berbagai animasi dan sarana belajar audio visual yang dapat menampilkan berbagai pengetahuan yang tidak dapat diperoleh dari buku pelajaran. Hal ini turut mendorong akselerasi pendidikan di Sumatera Barat.
Era globalisasi dan modernisasi membawa kita kepada dunia tanpa batas yang tak lagi menjadikan jarak sebagai kendala. Dunia seperti dilipat sedemikian rupa hingga menjadi titik-titik kecil yang dapat dijangkau hanya dengan sekali klik. Begitupun dengan dunia pendidikan, jika saat ini seorang ilmuwan di Ukraina menemukan mikroorganisme baru penghancur sel kanker, maka bisa dipastikan, tak sampai hitungan hari, penemuan tersebut akan tersebar ke seluruh pelosok dunia. Hal itu tak lepas dari adanya peran besar teknologi yang sukses mempersempit ruang dan waktu.
Tak heran, jika kurang dari 10 tahun mendatang, akan terjadi peningkatan besar-besaran dalam penggunaan internet di Sumatera Barat, khususnya dalam dunia pendidikan. Pelajar-pelajar di Sumatera Barat telah terbiasa dengan berbagai teknologi canggih yang bisa dengan mudah mereka akses dimana saja, melalui smartphone-smartphone yang kian menjamur di kalangan remaja usia sekolah. Sekolah-sekolah mulai menawarkan paket pendidikan bermutu tinggi dengan fasilitas Hi-Tech yang mumpuni. Siswa tak lagi repot membolak-balik buku hanya untuk mendapatkan secuil data, karena dengan fasilitas yang disediakan sekolah, mereka akan mampu memperoleh informasi tersebut hanya dalam hitungan detik melalui laptop-laptop atau notebook yang mereka bawa dengan memanfaatkan fasilitas free hotspot di sekolah. Hal ini akan mempermudah proses belajar mengajar dan menjadi suatu cara yang efektif dan efisien dalam memperoleh ilmu. Ilmu yang didapatkan tak hanya sebatas ilmu-ilmu yang diajarkan di sekolah, namun juga berbagai informasi-informasi penting yang selalu di update melalui internet. Hal ini akan memperkuat minat siswa akan ilmu pengetahuan dan memberikan wawasan yang tidak membosankan, karena pelajar-pelajar zaman sekarang cenderung malas membuka buku untuk kemudian betah berlama-lama di depan komputer bermain game online atau membuka situs jejaring sosial, yang kebanyakan membawa dampak buruk bagi prestasi belajar siswa.
Dengan penggunaan sistem informasi yang mudah di lingkungan sekolah, maka impian membangun konsep Cyber School di sekolah-sekolah di Sumatera Barat tak lama lagi akan terwujud dalam bentuk sekolah-sekolah modern yang mampu memfasilitasi murid-muridnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, ini semua akan sangat sulit berjalan jika tenaga pengajar belum atau tidak mampu menguasai teknologi. Seorang guru dalam kapasitasnya sebagai seorang pengajar seharusnya juga mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Tidak ada lagi istilahnya seorang guru itu gaptek (gagap teknologi). Harus ada sinergisitas antara murid dan guru, dan itu tidak dapat dihindari. Maka, sebelum menerapkan konsep Cyber School di sekolah, harus ada pelatihan-pelatihan mendasar tentang cara pemanfaatan teknologi dan informasi bagi guru-guru.
Konsep Cyber School diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi-generasi muda yang kreatif dan ingin maju untuk dapat memfasilitasi dan mengeksplorasi bakat-bakat dan keinginan-keinginan para siswa tersebut agar menjadi suatu yang berharga dan berguna saat mereka terjun langsung ke dalam masyarakat. Sekolah tak lagi menjadi suatu tempat membosankan yang hanya berkutat dengan setumpuk buku dan pekerjaan rumah, guru yang killer dan jadwal yang itu-itu saja. Sekolah akan menjadi tempat yang dirindukan, dan hari bersekolah menjadi hari-hari yang dinantikan. Tak ada lagi kata-kata malas berangkat sekolah, yang ada hanya keceriaan dan semangat untuk datang ke sekolah tercinta. Setiap siswa memperoleh apa yang mereka ingin dapatkan dari pendidikan. Pendidikan bukan lagi masalah bagaimana menyelesaikan aljabar-aljabar yang rumit, bagaimana menyelesaikan teorema-teorema matematika atau bahkan mengukur kelajuan benda, tapi lebih dari itu, pendidikan merupakan proses pengembangan diri, mental, bakat, dan minat. Pendidikan harus dimulai dari pemanfaatan teknologi dan informasi yang tepat dan benar. Teknologi dapat membuat minat siswa menjadi terarah. Seorang anak yang tidak suka atau tidak mahir dalam pelajaran eksak atau sains, seperti: Matematika, Fisika, Kimia dan lebih menyukai pelajaran sosial dan menulis, maka dengan kemajuan teknologi, anak tersebut dapat menyalurkan hobi menulisnya dalam bentuk tulisan-tulisan yang bisa diposkan ke blog-blog yang dapat diakses melalui internet.
Bangsa yang maju adalah bangsa yang dapat menguasai teknologi, begitulah yang sering kita dengar dan begitulah kenyataannya. Amerika Serikat, negara terkuat di dunia, dengan keterbatasan sumber daya alam yang mereka miliki, mereka dapat memimpin dunia melalui pengaruh-pengaruh ilmuwan-ilmuwan dan pemikir-pemikir hebat yang dilahirkan dari Negeri Paman Sam tersebut. Mereka menguasai teknologi dan menaruh perhatian sangat besar dalam pendidikan. Bandingkan dengan negara kita, Indonesia. Dibalik kekayaan alam yang berlimpah ruah, negara kita masih menyimpan permasalahan-permasalahan pelik ekonomi, karena keterbatasan sumber daya manusia dalam menguasai teknologi dan mengolah kekayaan alam tersebut. Sebut saja PT. Freeport yang menancapkan kukunya di alam kaya Irian, perusahaan milik Amerika Serikat ini bertahun-tahun mengeruk kekayaan emas di tanah “hitam” ini tanpa ada imbalan yang setimpal bagi masyarakat yang memiliki kekayaan tersebut. Sebagian hasil perusahaan tersebut dibawa ke Amerika Serikat untuk membangun negaranya.
Sumatera Barat sebagai negeri yang sejak dulu dikenal sebagai negeri yang banyak melahirkan pemikir – pemikir hebat skala nasional dan internasional, kini telah kehilangan pamornya. Hal ini disebabkan menurunnya minat generasi muda Sumatera Barat akan ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka lebih senang bermain dan menikmati masa muda dengan hal – hal yang tidak bermanfaat. Sudah saatnya generasi muda Sumatera Barat bangkit dari keterpurukan dan kembali menyusun puing – puing kejayaaan masa lalu. Tidak ada lagi generasi muda Sumatera Barat yang mengeluh saat berangkat ke sekolah, yang ada hanya semangat para pejuang, namun kini bukan lagi berjuang di medan perang mempertahankan negara dari penjajah kolonial, namun berjuang merebut kembali kejayaan Sumatera Barat di pentas nasional dan internasional. Sebagai pencetak manusia – manusia jempolan, dan usaha tersebut saat ini tidak cukup dilakukan hanya dengan duduk manis di bangku kelas, mendengarkan guru menerangkan pelajaran, dan menerima begitu saja apa yang didapatkan di sekolah, namun juga harus kritis dan memiliki kemampuan dalam penguasaan teknologi. Jika Sumatera Barat ingin merebut kejayaan itu kembali, maka generasi muda Sumatera Barat haruslah menguasai teknologi, karena teknologi merupakan kunci menaklukan dunia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar