Saat ini tengah berkembang trend berbelanja secara online yang memungkinkan interaksi antar penjual dan pembeli yang berjarak ratusan bahkan ribuan kilometer. Berbagai inovasi dan kreasi diciptakan demi menarik para calon pembeli. Jarak bukan lagi menjadi halangan untuk menjalankan bisnis meski sang penjual berada di pelosok negeri. Inilah entrepreneur sejati yang sesungguhnya. Selalu memiliki ide kreatif untuk tetap menghidupkan usahanya.
Entrepreneur adalah salah satu bentuk kemandirian yang mampu melepaskan diri dari stereotip kuno, bahwa “menjadi PNS merupakan jaminan hidup akan terus terjamin hingga tua”. Seorang entrepreneur berani mencoba untuk membuka lapangan kerja sendiri sesuai kemampuan dan minatnya, bahkan bisa menyerap tenaga kerja, sehingga turut mengurangi jumlah pengangguran, bahkan mungkin juga dapat mengurangi kemiskinan.
Ada tiga alasan orang Minang merantau : 1. Pendidikan 2. Pekerjaan, dan 3. Mencari suasana baru yang lain dari kampung halaman. Jika dihubungkan dengan kultur masyarakat Minang yang terkenal dengan jiwa dagangnya, maka tak mengherankan banyak dari pemuda-pemuda Minang yang memiliki kesadaran untuk berwirausaha sejak dini. Seorang entrepreneur Minang lebih cocok dikatakan pedagang daripada sebagai pengusaha dalam artian industri kapitalistik. Dengan kata lain, usaha mereka sebagian besar bergerak ditingkat menengah ke bawah, bukan menengah ke atas. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, telah banyak bermunculan pengusaha-pengusaha muda Minang yang mampu tampil sebagai pahlawan-pahlawan baru di dunia industri. Berkat merantau akan lahir jiwa-jiwa entrepreneur. Ciri entrepreneur itu antara lain, seorang entrepreneur mampu melihat peluang bisnis yang tidak dilihat atau tidak diperhitungkan oleh orang lain. Seorang entrepreneur juga adalah orang yang bertindak untuk melakukan inovasi, mengubah keadaan yang kurang menyenangkan menjadi keadaan yang ia inginkan. Seorang entrepreneur adalah pengambil resiko, baik resiko finansial maupun resiko yang bersifat mental.
Arus globalisasi dan modernisasi dalam segala aspek kehidupan juga turut mempengaruhi dunia entrepreneur, baik dari manajemen pengolahan sumber daya sampai infrastruktur yang digunakan. Jika dulu, metode yang digunakan sangat sederhana, kini metode tradisional tersebut telah digantikan berbagai macam metode terbaru dan termutakhir, seperti bisnis online di atas. Bahkan seorang pengusaha yang berada jauh di kampung, dapat mengiklankan usahanya dalam media online .
Globalisasi dalam dunia entrepreneur juga mendorong tumbuhnya generasi-generasi muda yang kreatif dan inovatif. Para pelajar tak lagi terpaku pada impian-impian untuk menjadi pegawai negeri nantinya, namun mereka telah mampu bermimpi untuk menjadi seorang pengusaha sukses dengan cara mereka sendiri. Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil, karena pemerintah agaknya telah menyadari potensi-potensi besar dari pelajar tersebut. Dengan diadakannya berbagai kompetisi entrepreneurship bagi kalangan pelajar dan mahasiswa yang mampu memfasilitasi para pelajar untuk mengembangkan jiwa entrepreneur mereka yang akan berguna kelak jika mereka telah mampu menjadi entrepreneur sejati.
Era globalisasi juga menuntut tumbuhnya entrepreneur muda yang tak hanya berorientasi pada pemupukan modal dan profit maksimal semata, melainkan lebih pada orientasi untuk memenuhi tuntunan sosial yang berbagai macam, dan turut serta dalam mewujudkan kemakmuran masyarakat. Dan yang lebih penting kesadaran akan ide-ide kemajuan yang paralel dengan nasionalisme ke-Indonesiaan yang modern menempatkan diri mereka sekaligus sebagai the agent of change dalam menjawab tantangan zaman.
Bukan hal yang baru lagi jika ada anggapan “wirausaha dapat menggerakkan perekonomian negara secara mandiri”. Semakin banyak entrepreneur yang dimiliki suatu negara, semakin mandiri negara tersebut. Hal ini dapat dipupuk dengan pemberian pendidikan entrepreneurship sejak dini kepada pelajar. Pemerintah dapat menambah mata pelajaran entrepreneurship ke dalam kurikulum sekolah menengah sebagai mata pelajaran pilihan. Pendidikan entrepreneurship telah tampak berkembang pada sekolah menengah kejuruan, seperti SMK 3 Padang yang memiliki Edumart sebagai wadah para siswa mengembangkan jiwa entrepreneurship mereka. Bisa juga dengan pemberian seminar-seminar dan penyuluhan-penyuluhan mengenai entrepreneurship kepada pelajar.
Usaha pemupukan jiwa entrepreneur dalam diri para pelajar tak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah, walaupun peran pemerintah sendiri sangat penting sebagai pendorong dan pemberi fasilitas bagi entrepreneur yang ingin maju dan sukses. Jiwa entrepreneur harus terus ditumbuhkan oleh setiap generasi muda dengan melihat berbagai kesempatan yang dapat dijadikan lahan untuk berbisnis. Bagi pelajar, berbisnis bukanlah hal yang harus dibayangkan sebagai sesuatu yang sulit, namun dapat dimulai dari lingkungan sehari-hari dan dengan cara yang sederhana.
Menjadi seorang entrepreneur sekaligus menjawab tantangan global yang terus bergerak maju dan membutuhkan generasi yang mandiri dan dapat dipercaya. Seorang dapat dikatakan sebagai entrepreneur sejati jika ia memiliki empat kriteria : 1. Kemandirian, 2. Kejujuran, 3. Pekerja keras, 4. Bertanggungjawab.
Seorang entrepreneur juga harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh dirinya sendiri dan lingkungannya, kerena entrepreneur sejati haruslah memiliki kepedulian sosial yang tinggi jika ingin terus sukses dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam berwirausaha. Namun, menjadi seorang entrepreneur tidaklah semudah “membalikkan telapak tangan”, banyak kendala yang akan dihadapi apalagi jika kita merupakan “anak baru” dalam dunia entrepreneurship, seperti kesulitan modal dan kurangnya pengalaman dalam dunia wirausaha. Hal ini sebenarnya yang merupakan motor penggerak kegiatan ekonomi masyarakat. Pemerintah bisa memberikan pinjaman modal dan memberikan pelatihan entrepreneurship yang rutin dilakukan untuk semua kalangan masyarakat, termasuk pelajar usia sekolah.
Jiwa entrepreneur diharapkan terus berkembang dalam kehidupan pendidikan pelajar di Indonesia, karena entrepreneurship merupakan bekal penting pembangunan karakter ekonomi yang kuat bagi negara berkembang seperti Indonesia. Pelajar merupakan sasaran penting yang harus terus diberikan motivasi dan dorongan moral agar dapat terus menggali potensi kewirausahaan dalam dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar